Pemkab Tanah Bumbu Tingkatkan Kapasitas Pimpinan SKPD Lewat Leadership Capacity Building

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) menggelar kegiatan Leadership Capacity Building sebagai upaya memperkuat kompetensi kepemimpinan aparatur. Program ini diikuti para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mulai dari pejabat tinggi pratama, administrator, hingga pengawas.

Kegiatan menghadirkan Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Andi Taufik sebagai narasumber. Acara turut dihadiri Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Yulian Herawati, pada Selasa (10/02/2026) di Hotel Lotusa, Kecamatan Simpang Empat.

Dalam paparannya, Dr. Andi Taufik menegaskan bahwa organisasi perlu memperkuat transformasi kepemimpinan untuk mampu beradaptasi di tengah dinamika perubahan. Menurutnya, transformasi tersebut merupakan perubahan yang mendasar, dirancang secara terencana, serta dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan demi membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Ia menjelaskan, transformasi kepemimpinan tidak sekadar soal struktur, tetapi juga menyentuh pola pikir. Seorang pemimpin didorong untuk menumbuhkan cara berpikir yang terbuka, inovatif, dan adaptif. Selain itu, transformasi juga berkaitan dengan pembentukan budaya dan perilaku kerja, penyusunan visi yang jelas dan menginspirasi, serta pemberdayaan sumber daya manusia.

“Transformasi kepemimpinan mencakup perubahan pola pikir… perubahan budaya dan perilaku kerja, visi yang jelas dan inspiratif, serta pemberdayaan sumber daya manusia,” ujarnya.

Dr. Andi Taufik juga memaparkan perbedaan peran manajer dan pemimpin. Manajer, kata dia, lebih menitikberatkan pada pengelolaan sistem, struktur, dan proses agar organisasi berjalan efektif serta efisien. Sementara pemimpin bertugas memberi inspirasi dan memengaruhi orang lain untuk mencapai visi sekaligus mendorong perubahan yang positif.

“Manajer menjaga stabilitas dan efisiensi, sedangkan pemimpin menciptakan arah perubahan…,” jelasnya.

Dari sisi perencanaan, manajer umumnya menyusun rencana kerja, jadwal kegiatan, dan anggaran sesuai aturan yang berlaku. Adapun pemimpin berperan menetapkan arah dan visi yang mampu menggerakkan seluruh anggota tim. Dalam pelaksanaan, manajer memastikan kedisiplinan dan administrasi berjalan tertib, sedangkan pemimpin memberi teladan, membangun motivasi, serta menumbuhkan semangat agar kinerja tim lahir dari kesadaran dan kemauan bersama.

Materi kepemimpinan itu turut dikaitkan dengan slogan “BerAKSI” yang diusung Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif. Menurutnya, slogan tersebut memuat dorongan agar aparatur berani melakukan langkah nyata untuk meningkatkan mutu pelayanan publik, sekaligus mempercepat kemajuan daerah.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan mengelola organisasi dan kekuatan visi kepemimpinan. “Manajer tanpa jiwa kepemimpinan akan membuat organisasi stagnan, sementara pemimpin tanpa manajemen akan membuat organisasi berjalan tanpa arah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa komunikasi menjadi kunci utama dalam kepemimpinan, baik komunikasi verbal maupun nonverbal. Komunikasi verbal mencakup penyampaian pesan secara lisan dan tertulis, sedangkan komunikasi nonverbal dapat tampak melalui bahasa tubuh, ekspresi, dan simbol keteladanan.

“Pemimpin itu seperti lokomotif yang menarik gerbong. Di situlah keteladanan menjadi faktor utama,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Tanah Bumbu berharap para pejabat mampu tampil sebagai pemimpin yang terus memotivasi jajaran, aktif menyelesaikan persoalan (problem solving), mengambil keputusan secara tepat, serta membangun loyalitas dan sistem kerja yang solid untuk mewujudkan birokrasi yang inovatif, transformatif, dan berorientasi pada kemajuan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *