Pemkab Tanah Bumbu Gelar Pelatihan Lanjutan Sasirangan Pesisir, Dorong Pengrajin Pulau Burung Tembus Pasar Nasional

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri) menggelar Pelatihan Lanjutan Sasirangan Pesisir bagi para pengrajin Desa Pulau Burung, Kecamatan Simpang Empat. Pelatihan berlangsung selama lima hari, 27–31 Juli 2026, dengan fokus pada pengembangan desain motif khas pesisir dan strategi pemasaran produk.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Plt Kepala Diskumdagri Eryanto Rais yang diwakili Sekretaris Diskumdagri Romatua S. Simanjuntak, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas produksi dan daya saing industri lokal.

Romatua menegaskan bahwa Sasirangan Pesisir Pulau Burung memiliki kekhasan tersendiri, terutama pada teknik pewarnaan alami yang menjadi identitas budaya daerah. Dalam pelatihan ini, pengrajin diperkenalkan motif-motif baru yang tetap mengangkat nilai lokal namun lebih adaptif terhadap selera pasar.

Pemerintah daerah juga terus mempromosikan Sasirangan Pesisir hingga ke tingkat nasional sebagai langkah memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan pengrajin.

Narasumber Nasional Hadir Berbagi Ilmu

Pelatihan menghadirkan Sandi Agustinus, praktisi wastra asal Banjarmasin sekaligus pemilik Kantan Sasirangan. Sandi dikenal luas karena keberhasilannya mengangkat pamor Sasirangan ke tingkat nasional bahkan internasional, serta pernah meraih Juara 1 Pemuda Pelopor Nasional 2023.

Kehadiran Sandi memberikan wawasan baru bagi pengrajin, mulai dari teknik desain, inovasi motif, hingga strategi pemasaran modern yang relevan dengan perkembangan industri wastra saat ini.

Pengrajin Harapkan Akses Pasar Lebih Luas

Kepala Desa Pulau Burung, Saidina, mengungkapkan bahwa kendala utama pengrajin saat ini adalah pemasaran. Meski kualitas produk terus meningkat, akses pasar masih terbatas.

“Kami berharap pelatihan ini membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Produk kami punya potensi besar, tinggal bagaimana memperkuat strategi promosinya,” ujarnya.

Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Lokal

Ketua TP PKK Kecamatan Simpang Empat, Norlina, menyambut baik pelatihan ini sebagai langkah pelestarian budaya daerah. Menurutnya, motif khas Sasirangan Pesisir merupakan identitas Tanah Bumbu yang harus dijaga dan dikembangkan.

Pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan pengrajin yang lebih kreatif, berdaya saing, dan siap menembus pasar yang lebih tinggi. Pemerintah menargetkan Sasirangan Pesisir Pulau Burung dapat menjadi produk unggulan daerah yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga bernilai ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *